1. Proses Pembentukan ASEAN
Sebelum
ASEAN terbentuk, Negara-negara di dunia terbagi menjadi dua blok yaitu Blok
Barat dengan membentuk North Atlantic Treaty Organization (NATO)
dan Blok Timur dengan membentuk Pakta Warsawa. Tujuan dari kedua
blok ini adalah untuk memperbesar kekuatan dan memperluas pengaruhnya terhadap
Negara-negara lain.
Beberapa Negara yang tergabung dalam Blok barat
membentuk sebuah organisasi yaitu SEATO (Shout-east Asia Treaty Organization)
yang anggotanya terdiri dari Australia, Inggris,Prancis, Selandia baru, Pakistan,
Filipina, Thailand dan Amerika Serikat.
Organisasi ini didirikan pada tanggal 8 september 1954
dan didirikan untuk menjalin kerja sama dalam bidang pertahanan dan keamanan
serta untuk menghadapi perluasan kekuasaan Blok Timur.
Pada tahun
1961, terbentuk suatu organisasi ASA ( Association Shout-east Asia)
yang di bentuk oleh tiga Negara yaitu Thailand, Filipina, dan Malaysia.
Berdirinya
ASA bertujuan untuk menjalin kerjasama dalam bidang social dan kebudayaan.
Organisasi ini mengajak Indonesia untuk bergabung, namun presiden Soekarno
menolak tawaran itu.
ASA ternyata tidak berjalan lancar, dikarenakan adanya
perseteruan diantara Negara anggotanya yakni Malaysia dan Filipina. Filipina
mengklaim bahwa Sabah (Negara bagian Malaysia) adalah termasuk wilayahnya.
Selanjutnya, pada tahun1963 terbentuk organisasi Maphilindo
yang beranggotakan Malaysia, fhilipina, dan Indonesia.
Namun, organisasi inipun tidak berjalan lancar di
karenakan adanya perseteruan antara
Malaysia dan Indonesia. Indonesia menganggap Malaysia sebagai boneka bentukan
inggris.
Setelah Indonesia di pimpin oleh Soeharto, hubungan
Indonesia dengan Negara di asia tenggara
dan Negara Negara tetanggapun berjalan dengan baik. Hubungan inilah yang
menjadi awal mula pendirian organisasi ASEAN.
Pembentukan ASEAN di awali oleh pertemuan tingkat
menteri 5 negara di Asia Tenggara yang di selenggarakan pada tanggal 5-8
agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Kelima menteri tersebut adalah ;
a. Adam Malik
( mentri luar negeri republic Indonesia),
b. Tun abdul Razak
( wakil perdana menteri Malaysia ),
c. S. Rajaratman
( mentri luar negeri singapura),
d. Narcisco Ramos
( menteri luar negeri fhilipina ), dan
e. Thanat
khoman ( menteri luar negeri Thailand ).
Pertemuan
tersebut menghasilkan kesepakatan yang disebut Deklarasi Bangkok. Pendirian ASEAN di tetapkan setelah
pendandatanganan Deklarasi Bangkok pada tanggal 8 agustus 1967. Dengan demikian
tanggal tersebut sekaligus merupakan tanggal berdirinya ASEAN.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar